Beginilah Cara Jin Bereproduksi, Menyeramkan!

17. March 2016 Dunia Mistik 0
Beginilah Cara Jin Bereproduksi, Menyeramkan!

jin

Ada yang apabila telah mendengar kalimat jin, yang terbayang yaitu hantu, jumat, setan, pocong, kuntilanak, serta beberapa hal musykil yang lain. Bahkan juga ada yang menyampaikan meyakini kehadiran mereka yaitu satu diantara bentuk kemusyrikan. Dasarnya mereka tak meyakini beberapa hal yang terkait dengan jin, bahkan juga, coba menghindarinya tanpa ada menginginkan tahu kenyataan yang ada di balik semuanya.

 

Golongan muda dengan inteletualitasnya banyak yang lebih memprioritaskan logika memikirkan. Sesaat di lain pihak ada yang juga yang memeprcayai beberapa hal gaib dengan cara penuh tanpa ada basic agama yang pasti hingga menyebabkan kesalahan pemahaman. Kesalahan lantaran kurangnya pengetahuan tentang jin, umpamanya yaitu begitu yakin ada hantu, yakin bila orang yang telah wafat rohnya dapat gentayangan dsb.

 

 

Walau sebenarnya, dengan mengetahuio rencana jin, beberapa hal itu dapat diterangkan. Yang sangat disayangkan, cuma sedikit yang mengerti rencana jin serta beberapa hal gaib dengan cara benar. Hal semacam ini pasti punya potensi bikin geberasi muda kita makin jauh dari aqidah agama. Hmm…bebar-benar memprihatinkan.

baca juga:

Inilah Fakta Tersembunyi Mengenai Khodam

 

Dengan mengerti rencana jin ynag tercatat di Al-Qur’an serta Hadist, kita sesungguhnya dapat menerangkan fenomena gaib di sekitar kita. kita juga semakin lebih meyakini dengan pemahaman kita, lantaran sumbernya sendiri dari Al-Qur’an serta Hadist, hingga, terang kita tak perlu takut bakal terperosok dalam kemusyrikan. Yang berlangsung malah yaitu makin mempertebal keimanan kita pada Allah SWT.

 

Jin sendiri adalah satu diantara makhluk yang di ciptakan Allah SWT. dari Al-Qur’an dapat di ketahui kalau makhluk ciptaan Allah yang dikarunia akal ada 3, yakni manusia, jin, serta malaikat. Kehadiran jin adalah suatu hal hal yang perlu dipercaya oleh umat Islam.

 

Keberadaannya tak bisa diingkari, lantaran jin dijelaskan didalam Al-Qur’an serta bayak terdapat

Hadist shahih yang bercerita keberadaannya. Dalam Al-Qur’an umpamanya saja di surrah Al-Jin.

 

Menurut satu Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud juga menyebutkan kalau angin Samuun yang jadikan Jaan itu hanya satu sisi dari tujuh puluh sisi angin Samuun yang begitu panas.

Dari api yang begitu panas berikut Allah sudah membuat Jin, yakni dari inti api. Lalu Allah masukan ruh atau nyawa kepadanya, jadi jadilah ia hidup seperti yang dikehendaki oleh Allah.

Jin juga diberi izin oleh Allah mengubah diri kebentuk yang disenangi serta diinginkannya terkecuali bentuk rupa Rasulullah SAW.

Jin juga diperintahkan oleh Allah terima syariat Islam seperti yang diperintahkan oleh Allah pada manusia.

Bentuk asal Jin sesudah di ciptakan serta ditiupkan roh itu cuma Allah serta Rasulnya saja yang tahu. Berdasar sebagian ulama rupa, perilaku, tingkah laku serta perangai Jin yaitu 90 % serupa ke manusia.

buka-aura-tempat

Asal peristiwa Manusia yaitu kombinasi dari Kathif yakni tanah serta air, Syafaf yakni kombinasi api serta angin serta Nurani, yakni roh, akal, nafsu serta hati yang diberi nama “Latifatur-Rabbaniah” sesuai sama manusia sebagai sebaik-baik peristiwa yang di ciptakan Allah serta sebagai Khalifah Allah di muka bumi ini. Sedang peristiwa Jin juga adalah kombinasi Syafaf yakni kombinasi api serta angin serta Nurani iaitu roh, akal, nafsu serta hati yang sesuai sama serta pas dengan peristiwa Jin.

Sedang mahkluk-makluk lain juga Allah menjadikan dari satu diantara unsur itu, umpamanya, binatang yang jadikan dari kombinasi Ksayif serta Syafaf saja. Batu serta tumbuh-tumbuhan juga jadikan dari Kasyif hanya. Sedang Malaikat juga jadikan dari Nurani hanya.

 

Tidak sama dengan Jin di mana apabila di sentuhkan alat kelamin lelaki dengan alat kelamin wanita, jadi Jin wanita bakal memiliki kandungan serta melahirkan, anak Jin yang baru lahir itu selalu mukallaf. Demikianlah kondisinya hingga ke hari kiamat.

Bunian atau umumnya dimaksud juga orang Ghaib adalah hasil kombinasi lelaki atau wanita Jin dengan lelaki atau wanita dari kelompok manusia. Anak yang dihasilkan dari percampuran itu di kenal dengan nama Bunian. Perangai serta perilaku dan bentuk rupa orang Bunian ini dalam banyak hal serupa manusia serta serupa Jin.

Bila nenek moyang manusia yaitu Nabi Adam, jadi nenek moyang Jin juga adalah “Jaan” yang aslinya yaitu beriman pada Allah serta melahirkan keturunan yang beriman.

Kemudian ada juga keturunan Jaan yang kufur serta melahirkan keturunan yang kufur. Anak cucu Jaan yang aslinya beriman itu ada yang kuat imannya, ada juga yang kufur serta ada pula yang beriman kembali pada Allah.

 

 

Bentuk serta Type Jin

Bentuk serta rupa Jin sedikit tidak sama dari bentuk rupa manusia, yakni mereka mempunyai type kelamin, mempunyai hidung mata, tangan, kaki, telinga dsb, seperti yang di punyai oleh manusia. Pada intinya 80 sampai 90 % Jin mirip manusia.

Cuma ketidaksamaan fisik Jin yaitu lebih kecil serta halus dari manusia. Bentuk badan mereka itu ada yang pendek, ada yang tinggi walau tak lebih tinggi dari manusia dewasa (sekitaran tiga hasta saja), serta berbagai macam warnanya, yakni putih, merah, biru, hitam dsb. Jin kafir serta Jin Islam yang fasik itu mempunyai rupa yang jelek serta menakutkan. Sedang Jin Islam yang shaleh mempunyai paras yang baik

Pengetahuan mereka lebih luas serta berusia begitu panjang hingga beribu-ribu th. umurnya. Kecepatan Jin bergerak melebihi kecepatan sinar dalam satu saat seperti Malaikat, jadi ruangan yang kecil juga dapat di menempati oleh jutaan Jin serta dapat juga merasuki serta menghuni badan manusia.

Jumlah Jin sangat banyak hingga berdasar sebagian pendapat menyampaikan kalau bila jumlah semuanya manusia dari Nabi Adam hingga hari kiamat dikalikan dengan hewan-hewan, dikalikan dengan batu-batu, dikalikan dengan pasir-pasir serta semuanya tumbuh-tumbuhan. Itu juga cuma sepersepuluh dari keseluruhan Jin.

Sedang keseluruhan Jin yaitu sepersepuluh dari keseluruhan Malaikat. Keseluruhan Malaikat cuma Allah serta Rasulnya saja yang tahu.

Alam tempat berdiamnya Jin yaitu di lautan, daratan, di hawa serta di Alam Mithal yakni satu alam yang terdapat di antara alam manusia serta alam malaikat. Bila kita didapatkan dari Allah kekuatan untuk lihat Jin, telah pasti kita bakal lihat jarum yang jatuh dari atas akan tidak jatuh ke bumi, namun jatuh dibelakang Jin, lantaran begitu banyak jumlah mereka.

 

 

 

Jadi begitu terang, dengan tak meyakini jin, bermakna orang itu mendustakan apa yang ada adalam Al-Qur’an serta Hadist. Sama seperti dengan kita, jin juga memiliki kehidupan sosial serta terbagi dalam beragam kelompok.

 

Disamping itu, mengenai keimanan jin pada Allah SWT, mereka juga ada yang beriman dab ada juga yg tidak. seperti dalam firman Allah dalam surah Al-Jin 11

 

, “Dan sebenarnya di antara kami ada beberapa orang saleh serta di atara kami ada yg tidak sekian halnya”.