Anda pun Bisa Menjamas Pusaka, Ini Caranya

18. March 2016 benda pusaka 0
Anda pun Bisa Menjamas Pusaka, Ini Caranya
cara menjamas pusaka
cara menjamas pusaka

Menjamas pusaka yaitu sistem menjaga serta melindungi pusaka sampai tetaplah bebas dari karat sampai terbangun dari rusaknya. Sistem menjaga pusaka ini dari mulai sistem bersihkan dari karat/mutih, mewarangi, sampai meminyaki serta berikan aroma pada pusaka. Keseluruhnya sistem ini dimaksud sistem Jamasan Pusaka. Serta yang terutama dari semua sistem ini yaitu sikap batin kita yang perlu “nderek langkung” dengan kata lain permisi, menghormati serta tak menyepelekan. Hal itu adalah penghormatan kita atas kerja sang empu serta atas barokah Tuhan atas pusaka itu.

  1. MENCUCI PUSAKA/MUTIH

Prasyarat mutlak supaya bilah keris dapat diwarangi dengan baik, yaitu bilah mesti diputih dengan baik lebih dahulu, sesudah lebih dahulu dibikin bersih dari beragam noda, kotoran atau karatnya – termasuk juga warangan yang terdahulu/lama/sisa. Langkah tersebut dimaksud “mutih”.

 

Satu diantara langkah tradisional mutih yaitu :

Rendam bilah keris dengan air kelapa tua (asam lemah) sepanjang sekian hari, tergantung kandungan kotoran serta karatnya. (air dapat ditaburi dengan bunga setaman)

Gosok bilah dengan jeruk nipis hingga jadi putih keperakan

Buah lerak dibuang berisi serta di beri sedikit air dalam mangkuk supaya berbusa. Dengan sikat halus, gosok keris yang sudah dimandikan tadi dengan air lerak. Waktu menggosok-gosok keris dengan sikat janganlah dibolak-balik. Baiknya dari mulai pesi hingga ganja selalu ke awak-awak sampai pucuk. Kerjakan dengan pelan serta mantap sampai betul-betul bersih. Lebih hati-hati lagi bila bersihkan keris kinatah atau keris yang kembang kacangnya sangatlah tidak tebal.

Kerjakan pada bilah keris baliknya.

Sesudah betul-betul bersih, keringkan dengan memakai kain bersih lewat cara memijit-mijitkan kain ke semua sisi.

Keris yang sudah kering disiram dengan air bersih serta keringkan kembali – seperti terlebih dulu.

buka-aura-tempat

Cara-cara yang lain untuk mutih :

 

  1. Direndam di air jeruk nipis.

Semakin lebih baik dai perasan air jeruk nipis yang terlebih dulu buah jeruk itu dikupas. Kulit jeruk dapat mengakibatkan bilah keris jadi kemerahan. Butuh diliat saat perendaman lantaran air jeruk ini dapat mengonsumsi bilah besi bila sangat lama di rendam. Jadi bebrapa kerap di check. Umumnya memerlukan saat sektar 6 jam – 1 hari bergantung kwalitas warangan yang lama.

 

  1. Bila menginginkan tidaklah terlalu makan besi, dapat memakai air kelapa tua.

Ini dapat memerlukan saat pada 2-5 hari bergantung warangan yang menempel pada bilah. Bila memakai langkah tersebut, jadi setiap hari kita butuh bersihkan keris dengan sabun colek. Sesudah kering serta sabun bersih, jadi dimasukkan lagi ke air kelapa. Namun janganlah ganti air kelapa itu. Dilewatkan saja memakai yang awal. Air kelapa dapat juga mengangkat karat dari bilah keris.

 

  1. Bila menginginkan instant, dapat memakai air campur dengan serbuk sitrun.

Namun ini begitu tak disarankan lantaran dapat bikin bilah keris berpori atau berbintik. Jadi serat besi bakal hilang.

 

  1. Langkah paling ekstrim serta begitu tak disarankan yaitu dengan memakai cairan HCL atau Asam Nitrat. Ini begitu mengakibatkan kerusakan keris walaupun keris dapat putih selekasnya kurun waktu cuma sekitaran 5 menitan.

 

Kemudian keris dioles dengan jeruk nipis yang telah di kupas serta dibelah jadi 2 sisi. Dapat ditambahkan dengan abu gosok, di mana belahan jeruk dimasukkan ke abu gosok serta dioles-oleskan ke keris. Bersihkan dengan air bersih. Barulah lalu keris dapat jadi putih hingga siap diwarangi. Memutih bilah, dapat dikerjakan siapapun. Tak perlu pakar. Sesudah bilah bebas karat selesai di rendam air kelapa, serta disikat sabun colek jeruk nipis, ya tinggal disikat selalu, pelan-pelan. Sesabar-sabarnya, sabun-jeruk-sabun-jeruk hingga hampir ” putih ” kemilau, seperti seakan bilah dicat warna metalik. Janganlah memutihkan keris lewat cara di ampelas atau terlebih di kikir.

baca juga:

Penjelasan Ini, Akan Membantu Anda Memahami Benda Bertuah

 

  1. MEWARANGI

Sistem ” memutih ” bilah keris yaitu kunci berhasil pertama untuk mewarangi. Sistem yang lain yaitu ” setelan ” dalam bikin warangan yang cocok untuk beragam type bilah serta sistem mewarangi tersebut.

 

Bikin Warangan

Bahan paling utama bikin warangan yaitu Batu Warangan (serbuk warangan) serta air jeruk nipis.

 

  1. Batu Warangan

Batu warangan yang berkualitas bagus yaitu batu warangan eks cina. Batu warangan begitu mahal (sekitaran 2 jt rupiah per ons) serta susah didapat. Hal semacam ini lantaran memanglah barang seperti itu sedikit, juga lantaran ada beragam larangan di negara-negara spesifik (Singapura, umpamanya) untuk penggunaan sembaran warangan, jadi kelangkaan bahan warangan juga berlangsung. Tidak semudah seperti dahulu. Terlebih, di Indonesia juga berlangsung ” praktik penyimpangan arsenik untuk membunuh Aktivis Munir…)

 

Sesungguhnya batu warangan tidak sama atau tak seratus % sama juga dengan arsenikum (Ar). Arsenikum yang di jual di apotik atau beberapa toko kimia (susah juga di bisa) umumnya digunakan sebagai kombinasi ” supaya warangan lebih galak “. Walau demikian, hati-hati – terkecuali beracun, warangan kimia juga ” lebih menggerogot bilah ” lantaran kemurniannya, bila di banding dengan ” warangan alam ” eks Cina.

 

Yang tentu, batu warangan – serta arsenik murni yang kadang-kadang jadikan katalis – begitu tak gampang didapat di beberapa negara yang ” sadar lingkungan “. Bagaimana juga, warangan – intinya arsenikum – yaitu bahan yang beresiko untuk keselamatan manusia. Soalnya, kandungan arsenik yang masuk kedalam badan, umumnya menetap (berbentuk akumulatif). Jadi bila sehari-hari lebih arsenik di badan kita, ya pastinya tumpukan unsur arsenik di badan kita makin menggunung.

 

Batu warangan yang eks Cina, memanglah bukan ” murni ” arsenik. Di dalamnya ada juga kandungan kapur, belerang di samping pasti juga arsenik di dalamnya. Karena itu bila di perhatikan, ada batu warangan yang kekuning-kuningan, ada pula semburat ungu (violet) nya, dan ada pula yang menguasai putih, dengan semburat warna jingga, kuning, serta yang lain. Sedang arsenikum apotik, pastinya murni cuma unsur arsenik.

 

 

  1. Jeruk Nipis

Yang digunakan yaitu jeruk nipis (Jawa : Jeruk Pecel), bukanlah jeruk lemon atau jeruk purut.

Jeruk nipis dikupas kulitnya dengan pisau kecil, supaya hanya tinggal kulit dalamnya. Hal semacam ini lantaran cairan ” sereng ” yang keluar dari kulit jeruk tidak baik untuk melarutkan warangan. Jadi mungkin saja ” jadi memperburuk ” mutu warangan.

 

Langkah memeras jeruk ada tekniknya sendiri – baik untuk mutih ataupun terlebih untuk bahan cairan warangan. Nampaknya remeh, namun sesungguhnya tidak sekian.

 

Ada cara-cara memeras jeruk. Dapat gunakan alat (dibelah serta diputar-putar dalam alat perasan jeruk yang umum untuk minuman perasan jeruk), atau ” fully manual ” dengan kata lain dengan tangan kosong saja. Jeruk dibelah membujur – sesuai sama serat pada belahan jeruk. Jadi lebih gampang serta mudah lagi, bila diprapat, atau jadi diperdelapan. Menghilangkan bijinya, lantas peras diatas rantang atau waskom yang telah lebih dahulu ditutupi saringan teh-kopi. Peras, serta sekalian pelan-pelan disaring. Lantaran perasan jeruk umumnya katut (terikut) ampasnya, jadi memerasnya juga mesti cukup sabar. Ampas perasan jeruk juga masihlah dapat diperas lagi gunakan kain kaos, lantas dipencet diatas saringan teh. Sesudah rantang cairan hasil perasan jeruk terisi, jadi tuangkan cairan kedalam botol dengan ” corong ” yang juga – sekali lagi – di beri saringan, berbentuk kain kaos yang tidak sangat rapat lubang-lubangnya.

 

Jadilah telah, ” air jeruk ” murni yang bening. Tinggal ditempatkan sekian hari — dapat pula sebagian bln. di botol, jadi larutan jeruk bakal mengendap sendiri serta membuahkan larutan jeruk yang begitu bening… Untuk bikin warangan diperlukan sekitaran 15 kg jeruk nipis hingga jadi sekitaran 1, 5 liter air jeruk

 

 

  1. Meramu Warangan

Masalah ” meramu larutan warangan “. Ini penting juga, karena jika kita belajar mewarangi, pasti tidak terlepas juga dari bikin warangan. Larutan yang bila dimasukkan dalam botol, warnanya serupa Coca Cola yang lebih pekat ini, yaitu ” harta karun ” untuk mereka yang hoby atau pakar mewarangi.

 

Umumnya, bila kita menginginkan bikin larutan warangan baru, diperlukan juga ” bibit warangan yang telah jadi serta berkwalitas bagus”. Bibit yang diperlukan tak perlu banyak, cukup secangkir saja untuk seliter larutan warangan baru. Manfaat “bibit” ini yaitu sebagai katalisator, supaya warangan baru dapat bereaksi. Jadi atau tak jadi warangannya, dapat diliat dengan memasukkan paku yang diikat dengan benang kedalam botol larutan. Warangan yang jadi, bakal selekasnya ” menghitamkan paku ” yang digantung benang sepanjang hari.

 

 

Langkah bikin larutan baru :

Pertama-tama mengendapkan dahulu hasil perasan air jeruk. Botol diisi air jeruk, kita biarlah berhari-hari ditempat yang tenang. Anda bakal lihat, cairan jeruk terpisah dua warna – bening dibagian atas, serta keruh atau pekat-endapan dibagian bawah. Ambillah botol kaca yang kosong, lantas tuangkan yang bening (sisi atas) ke botol baru. Endapan jeruk nipis janganlah dibuang, walau demikian sendirikan dalam botol lain. Endapan ini dapat dipakai untuk bahan ” memutih bilah “. (Bila diendapkan selalu, sebotol endapan ini akan membuahkan jeruk bening sisi atasnya, yang sudah pasti dapat kita pindahkan ke botol jeruk bening yang pertama).

 

Kurun waktu kian lebih tiga bln. atau berbulan-bulan, jeruk bening didalam botol bakal beralih warna. Dari awal mulanya kuning agak gading, jadi ” kuning semu oranye “, agak tua. Jeruk berikut yang bakal digunakan untuk buat larutan warangan baru. (Ada pula yang tidak butuh lewat sistem ” pembeningan ” jeruk, namun segera saja perasan jeruk nipis digabung dengan bubuk batu warangan baru. Resikonya, di saat datang warangannya ada endapan jeruknya).

 

Setelah itu yaitu melarutkan warangan. Langkahnya simpel saja. Tumbuk (lumatkan) dahulu batu warangan, umum dengan ” deplokan ” (mangkok pelumat) yang umum digunakan untuk mendeplok obat di apotik-apotik. Umumnya, mangkuk-pendeplok ini berbahan porselen tidak tipis, komplit dengan alu-pendeploknya yang juga dari porselen. Banyak di jual di kios-kios obat di Pasar Rawabening, Jatinegara Jakarta. Atau, beberapa toko obat.

 

Selanjutnya yaitu lakukan pencampuran pada perasan air jeruk dengan bubuk warangan tadi. Komposisinya yaitu begitu etrgantung pada hasil yang diinginkan lantaran pada tiap-tiap type besi kadang-kadang mesti dikerjakan “adjustment” lewat cara memberikan air jeruknya.

 

Untuk memancing supaya warangan baru dapat cepat ” jadi “, terkecuali di-katalisasi dengan secangkir warangan yang telah joss, juga botol diisi warangan itu ” dijemur di sinar matahari. Ada pula langkah lain dengan ” nasi basi “, atau nasi yang telah lembek, kecut.

Dapat disebut tak ada warangan manapun yang segera jadi. Mesti distel dahulu. Biasanya jadi tiga type warangan, yaitu warangan ” galak “, 1/2 ” galak “, serta warangan ” nom ” atau lambat-reaksi untuk bilah-bilah dengan type pamor yang sanak.

 

Warangan lebih dahulu “diadjust” lewat cara beberapa cobalah celup bilah percobaan yang telah diputih. Bila di rasa ” kurang galak “, jadi dapat ditambahkan perasan jeruk nipis aga lebih “galak”. Hal semacam ini perlu ” feeling ” serta pengalaman sendiri. Bilah ” majapahitan ” umumnya ” segera nyamber “, mudah diwarangi. Namun bilah-bilah tua yang lain dengan pamor sanak bakal susah diwarangi. Perlu “adjustment” warangan sendiri.

 

Seseorang pakar warangan yang baik, bakal mempunyai sebagian type larutan warangan yang bakal digunakan untuk type logam/besi yang tidak sama juga. Bahkan juga seringkali mereka miliki larutan warangan untuk sebagian type tangguh, bila tangguh dikira mewakili beberapa jenis logam yang tidak sama. Dia akan lihat ‘hari baik’ untuk mulai sistem mewarangi, umumnya waktu cuaca jelas serta matahari bercahaya dengan cerah (sebagai katalis).

 

Sebagian Cara Pewarangan

Hasil sistem mewarangi di pengaruhi sekurang-kurangnya tiga variable yakni : type logamnya, kwalitas ramuan warangan (bubuk warangan, air jeruk, serta katalisnya juga sistem adjustment-nya), dan langkah lakukan pewarangan. Untuk hasil maksimal, ketiga variable tadi mesti dalam keadaan yang ‘saling mendukung’.

Ada pula sebelumnya diwarangi, wilah yang telah diputih dijemur dahulu agar cukup panas sebelumnya dicelup dalam larutan warangan. Ada pula yang gunakan cara ‘staging’ yakni mewarangi dengan sebagian step, diawali dari bagian ‘warangan enom/muda’ kemudian bertambah ke ‘warangan tua’ hingga bilah makin menghitam. Dalam soal ini ada arti bila bilah sangat hitam sesudah diwarangi dimaksud ‘warangane ketuan/warangannya sangat tua’.

 

Pada dasarnya, ada dua cara mewarangi :

 

  1. Langkah Di-koloh

– Sediakan warangan yang sudah digabung air jeruk

– Rendam pusaka dalam cairan warangan itu – sekian kali sekitaran tiap-tiap sepuluh menit diangkat serta diangin-anginkan sembari dibantu dengan pijitan tangan sampai meresap.

Mencelup/merendam bilah dalam warangan juga, tak asal-asalan. Di sini dibutuhkan pengalaman empirik, yang susah dituturkan dalam tulisan. Yang tentu, tiap-tiap usaha mewarangi, tentu kerap terbentur kegagalan. Bila tidak berhasil? Ya ” kembali pada laptop “, diputih lagi. Demikian seterusnya

 

  1. Langkah Di-nyek

Pusaka dijemur sampai panas lantas dilumuri warangan dengan cara segera lewat cara dipijit-pijit (di-nyek) sampai kering

 

– Sesudah kering dijemur lagi serta lalu kembali dilumuri warangan serta dipijit-pijit. Demikian selanjutnya sampai tiga kali.

 

– Sediakan air jeruk digabung dengan air buah klerek/air sabun lantas pusaka dikeplok dengan ke-2 genggaman tangan dibikin bersih dengan air bersih lantas dijemur lagi

 

– Kemudian kembali pada sistem awal … sampai sekian kali sembari dilihat sisi per sisi. Makin lama jadi warna pusaka makin kereng (gelap), sampai guwaya pusaka jadi bagus. Umumnya pengulangan sampai sembilan kali. Sesudah yang paling akhir, dibasuh sampai bersih dari bercak merah warangan yg tidak melekat.

 

Menjamas lewat cara di-nyek benar-benar sangat memerlukan banyak warangan. Kelebihan langkah tersebut yaitu bikin pamor tak mubyar tetapi kelem serta angker, serat atau susunan yang kerap dimaksud pamor sanak pada besi keleng bisa terbenam dalam nuansa wingit. Tetapi hasil cara ini terkadang di rasa kurang kontras, bila dibanding dengan yang ” koloh “.

 

 

III. MEMBERI WEWANGIAN DAN MEMINYAKI PUSAKA

 

Tidak sama dengan step terlebih dulu, step ini adalah step yang sering diulang-ulang sampai satu bulan sekali, terlebih sisi meminyaki keris. Step ini dimaksud juga step pemeliharaan yang melindungi supaya keris tak berkarat.

 

  1. Berikan Wewangian

 

Sesudah keris di beri warangan, sebaiknya bila keris diberikan aroma dupa terlebih dulu.

 

Langkahnya :

– Pertama-tama oleskan keris dengan minyak pusaka tidak tebal saja. Ambillah kombinasi bubuk gaharu, ratus serta ramasala – taburkan pada bilah keris sampai lengket – biarlah sebagian menit.

 

– Kemudian nyalakan lilin – simpanlah diatas lilin dengan jarak lima jari – gerakkan ke kiri ke kanan. Biarlah sampai sebagian waktu (tak perlu hingga terbakar!)

 

– Bersihkan dengan sikat halus.

 

– Gosok lagi dengan minyak pusaka tidak tebal saja seperti diatas.

 

– Taburi dengan bubuk kayu cendana serta simpan diatas lilin seperti tadi.

 

– Kemudian bersihkan lagi dengan sikat halus – diamkan sebagian waktu.

 

Oleskan dengan minyak pusaka. Angin-anginkan serta janganlah tergesa dimasukkan dalam warangka. Janganlah menimpan keris ditempat yang tertutup rapat tanpa ada aliran hawa.

 

 

  1. Bikin Minyak Pusaka

 

Langkah bikin minyak pusaka yaitu :

– Minyak paraffin 60 cc

– Bibit cendana (sandalwood) 25 cc

– Bibit Melati Keraton 5 cc

– Bibit Kenanga 10 cc

 

Dapat pula ditambah atau ditukar dengan bibit minyak yang lain (gaharu, dll) sesuai sama selera lantaran berbentuk begitu subjektif serta kadang-kadang aroma/bau keris juga tunjukkan jati diri pemiliknya. Begitu dilarang mencampurkan bahan minyak wangi atau type yang mengandung alkohol – tentu keris jadi merah berkarat.