Cara Tradisional Ini Bisa Meningkatkan Pancaran Aura

18. March 2016 Pengasihan 0
Cara Tradisional Ini Bisa Meningkatkan Pancaran Aura

aura

Kerap dalam banyak sendi kehidupan, beberapa orang yang terasa tak memiliki kekeliruan pada orang lain, namun disuatu saat tetap harus ada orang yang punya niat jelek, bakal bikin celaka. Misalnya bakal menganiaya, bahkan juga hingga membunuh dsb.

Hal sejenis ini tak dapat di buat enteng, lantaran peristiwa seperti itu sangat banyak, dan datangnya juga tak disangka. Jadi butuh disyarati supaya jauh dari perbuatan jahat tadi.

Nah, dalam Serat kitab Primbon Shadatsathir Adammakna yang saya katakan di atas, bila hal itu bisa ditangkal/disyarati dengan laris seperti berikut ;

  • Mengambil beras sejumlah genggaman tangan kita sendiri, pada hari Jum’at pahing siang (Dzuhur), selalu di buat bedak. Beras tadiharus di ambil satu kali tak bisa lebih. Serta yang mengambil mesti yang menggunakan fasilitas ini. Tak bisa diwakilkan!
  • Beras tadi di tumbuh halus lantas jadikan bedak/pupur. Selalu dijemur cahaya matahari dengan alas daun keladi/lumbu.
  • Diletakkan di atas tampah/nyiru atau tempat yang lain, seandainya bukanlah terbuat dari logam. Daun keladi/lumbu mesti dipetik hari Jum’at Pahing itu juga, persis tengah hari. Sesudah beras halus, mesti cepat-cepat mengambil daun keladi tadi.
  • Waktu menuai daun ini tak bisa diwakilkan pada orang lain mesti di ambil sendiri serta tak bisa kerjakan yang lain. Umpamanya saja belanja, makan, ngemil, dan lain-lain. Jadi cuma satu maksud, yakni menuai daun.
  • Setelah memperoleh daun tadi, bikin bedak serta menjemurnya bisa dikerjakan oleh orang lain. Lebih paling utama dikerjakan sendiri. Sesudah bedak tadi usai, selalu di taruh di tempat yang sudah di beri alas daun keladi. Sebelumnya dijemur, ambil garam sedikit ditaburkan di bedak tadi, selalu dijemur.
  • Syarat diatas mesti dikerjakan dengan benar. Sepanjang dijemur, daun keladi tadi itu mesti tetaplah dipakai sebagai alas. Tak bisa ditukar.

baca juga:

Doa dan Amalan Ini Bisa Digunakan untuk Buka Aura

 

Langkah Menggunakannya

Hari Jum’at Pahing saat tengah hari, bedak tadi mesti digunakan semuanya sebelumnya bersuci/mandi. Bedak tak bisa digabung dengan air, selalu dibedakkan keseluruh badan, dari mulai muka, tubuh, tangan, dada, perut, bila masihlah cukup punggung serta kaki.

 

Sesudah rata selalu pergi ke kamar mandi denga maksud bersuci. Prasyaratnya mesti tetaplah berbalut baju, tak bisa telanjang bulat. Saat bakal mandi bacalah bacaan mantera (telah saya terjemahkan dalam bhs Indonesia) seperti ini:

 

“Dengan prasyarat dari Kaki Sang Hyang…. dan Nini Sang Hyang… yang saya kerjakan di hari jum’at, semua kecelakaan, mara bahaya, dan penghambat, yang bakal dikerjakan oleh orang pada diriku, dengan cara bertemu atau dari belakang, tidak akan terserang, seperti air jatuh di daun keladi, dan hilang seperti hilangnya garam di air. Dengan mandi sesuci, sebagai sesuci diri, membersihakn semua mara bahaya (pancabahaya), mendatang. Bila ada orang yang iri serta sakit hati dan bakal membalas tindak jahat, itu semuanya bakal pupus, turut terhanyut aliran air dan akan tidak kembali lagi”

 

Sesudah membaca mantera tadi selalu muka yang telah dibedaki dibilas dan digosok, gunakan tangan. Selalu bebaskan baju semuanya (seperti bayi yang baru lahir).

raja-pengasihan

Hingga di sini sudah usai sarat serta laris. Insya Allah semua perbuatan buruk bakal kembali, tak tahu bagaimana langkahnya, yang tentu musuh selalu memiliki rasa welas, kuatir, takut, dll. Atau jadi jadi asih mengasihi. Akhir kata sampai disini tulisan singkat ini, sekali lagi ini cuma satu wawasan saja, semuanya kembali ke diri kita semasing, lantaran laris ini sekurang-kurangnya pernah dikerjakan lelehur kita pada jaman dulu, khusunya orang Jawa.